Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf

Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf ber-uzlah atau khalwat (mengasingkan diri) dari manusia selama 15 tahun bersimpuh dihadapan Ilahi Rabbi Sebuah perjalanan religius seorang kekasih Allah hingga maqom Shiddiqiyyah Kubro

Beliau adalah Al-Imam al-Quthbul Fard al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar bin Abu Bakar bin Al-Habib Umar bin Segaf as-Segaf (seorang imam di lembah Al-Ahqof). Garis keturunan beliau yang suci ini terus bersambung kepada ulama dari sesamanya hingga bermuara kepada pemuka orang-orang terdahulu, sekarang dan yang akan datang, seorang kekasih nan mulia Nabi Muhammad S.A.W. Beliau terlahir di kampung Besuki (salah satu wilayah di kawasan Jawa Timur) tahun 1285 H. Ayahanda beliau ra. wafat di kota Gresik, sementara beliau masih berumur kanak-kanak.

Sungguh al-Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf tumbuh besar dalam asuhan dan penjagaan yang sempurna. Cahaya kebaikan dan kewalian telah tampak dan terpancar dari kerut-kerut wajahnya, sampai-sampai beliau R.a di usianya ke-3 tahun mampu mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi pada dirinya. Semua itu tak lain karena power (kekuatan) dan kejernihan rohani beliau, serta kesiapannya untuk menerima curahan anugerah dan Fath (pembuka tabir hati) darinya.

Pada tahun 1293 H, atas permintaan nenek beliau yang sholehah Fatimah binti Abdullah (Ibunda ayah beliau), beliau merantau ditemani oleh al-Mukaram Muhammad Bazamul ke Hadramaut meninggalkan tanah kelahirannya Jawa. Di kala al-Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf akan sampai di kota Sewun, beliau di sambut di perbatasan kota oleh paman sekaligus guru beliau al-Allamah Abdullah bin Umar berikut para kerabat. Dan yang pertama kali dilantunkan oleh sang paman bait qosidah al-Habib al-Arifbillah Syeh bin Umar bin Segaf seorang yang paling alim di kala itu dan menjadi kebanggaan pada jamannya. Dan ketika telah sampai beliau dicium dan dipeluk oleh pamannya. Tak elak menahan kegembiraan atas kedatangan sang keponakan dan melihat raut wajahnya yang memancarkan cahaya kewalian dan kebaikan berderailah air mata kebahagiaan sang paman membasahi pipinya.

Hati para kaum arifin memiliki ketajaman pandang
Mampu melihat apa yang tak kuasa dilihat oleh pemandang.

Sungguh perhatian dan didikan sang paman telah membuahkan hasil yang baik pada diri sang keponakan. Beliau belajar kepada sang paman al-Habib Abdullah bin Umar ilmu fiqh dan tasawuf, sang paman pun suka membangunkannya pada akhir malam ketika beliau masih berusia kanak-kanak guna menunaikan shalat tahajjud bersama-sama, al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf mempunyai hubungan yang sangat kuat dalam menimba ilmu dari para ulama dan pemuka kota Hadramaut. Sungguh mereka (para ulama) telah mencurahkan perhatiannya pada al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Maka beliau ra. Banyak menerima dan memparoleh ijazah dari mereka. Diantara para ulama terkemuka Hadramaut yang mencurahkan perhatiannya kepada beliau, adalah al-Imam al-Arifbillah al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi, (seorang guru yang sepenuhnya mencurahkan perhatiannya kepada al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf).

Sungguh Habib Ali telah menaruh perhatiannya kepada al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf semenjak beliau masih berdomisili di Jawa sebelum meninggalkannya menuju Hadramaut.

Al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi berkata kepada salah seorang murid seniornya "Perhatikanlah! Mereka bertiga adalah para wali, nama, haliyah, dan maqom (kedudukan) mereka sama. Yang pertama adalah penuntunku nanti di alam barzakh, beliau adalah Quthbul Mala al-Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Aidrus, yang kedua, aku melihatnya ketika engkau masih kecil beliau adalah al-Habib al-Ghoust Abu Bakar bin Abdullah al-Atthos, dan yang ketiga engkau akan melihat sendiri nanti di akhir dari umurmu".

Maka tatkala memasuki tahun terakhir dari umurnya, ia bermimpi melihat Rosulullah SAW sebanyak lima kali berturut-turut selama lima malam, sementara setiap kali dalam mimpi Beliau SAW mengatakan kepadanya (orang yang bermimpi) " Lihatlah di sampingmu, ada cucuku yang sholeh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf"! Sebelumnya orang yang bermimpi tersebut tidak mengenal al-Habib Abu Bakar Assegaf kecuali setelah dikenalkan oleh Baginda Rosul al-Musthofa SAW didalam mimpinya. Lantas ia teringat akan ucapan al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi dimana beliau pernah berkata "Mereka bertiga adalah para wali, nama dan kedudukan mereka sama". Setelah itu ia (orang yang bermimpi) menceritakan mimpinya kepada al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dan tidak lama kemudian ia meninggal dunia.

Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf mendapat perhatian khusus dan pengawasan yang istimewa dari gurunya al Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi sampai-sampai Habib Ali sendiri yang meminangkan beliu dan sekaligus menikahkannya. Selanjutnya (diantara para masyayikhnya) adalah al Allamah al Habib Abdullah bin Umar Assegaf sebagai syaikhut tarbiyah, al Imam al Quthb al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi sebagai syaikhut taslik, juga al Mukasyif al Habib Abdul Qadir bin Ahmad bin Quthban sebagai syaikhul fath. Guru yang terakhir ini sering memberi berita gembira kepada beliau "Engkau adalah pewaris haliyah kakekmu al Habib Umar bin Segaf". Sekian banyak para ulama para wali dan para kaum sholihin Hadramaut baik itu yang berasal dari Sewun, Tarim dan lain-lain yang menjadi guru al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, seperti al Habib Muhammad bin Ali Assegaf, al Habib Idrus bin Umar al-Habsyi, al Habib Ahmad bin Hasan al-Atthas, al Habib Abdurrahman al-Masyhur, juga putera beliau al Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur, dan juga al Habib Syekh bin Idrus al-Idrus dan masih banyak lagi guru beliau yang lainnya.

Pada tahun 1302 H, ditemani oleh al Habib Alwi bin Segaf Assegaf al Habib Abu Bakar Assegaf pulang ketanah kelahirannya (Jawa) tepatnya di kampung Besuki. Selanjutnya pada tahun 1305 H, ketika itu beliau berumur 20 tahun beliau pindah ke kota Gresik sambil terus menimba ilmu dan meminta ijazah dari para ulama yang menjadi sinar penerang negeri pertiwi Indonesia, sebut saja al Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas, al Habib Abdullah bin Ali al-Haddad, al Habib Ahmad bin Abdullah al-Atthas, al Habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya, al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi,al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdlar, dan lain sebagainya.

Kemudian pada tahun 1321 H, tepatnya pada hari jum'at ketika sang khatib berdiri diatas mimbar beliau r.a mendapat ilham dari Allah SWT bergeming dalam hatinya untuk mengasingkan diri dari manusia semuanya. Terbukalah hati beliau untuk melakukannya, seketika setelah bergeming beliau keluar dari masjid jami' menuju rumah kediamannya. Beliau al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf ber-uzlah atau khalwat (mengasingkan diri) dari manusia selama lima belas tahun bersimpuh dihadapan Ilahi Rabbi. Dan tatkala tiba saat Allah mengizinkan beliau untuk keluar dari khalwatnya, guru beliau al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi mendatanginya dan memberi isyarat kepada beliau untuk mengakhiri masa khalwatnya, al Habib Muhammad al-Habsyi berkata "selama tiga hari kami bertawajjuh dan memohon kepada Allah agar Abu Bakar bin Muhammad Assegaf keluar dari khalwatnya", lantas beliau menggandeng al Habib Abu Bakar Assegaf dan mengeluarkannya dari khalwatnya. Kemudian masih ditemani al Habib Muhammad al-Habsyi beliau r.a menziarahi al Habib Alawi bin Muhammad Hasyim, sehabis itu meluncur ke kota Surabaya menuju ke kediaman al Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Sambil menunjuk kepada al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi memproklamirkan kepada para hadirin "Ini al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf termasuk murtiara berharga dari simpanan keluarga Ba 'Alawi, kami membukanya agar bisa menularkan manfaat bagi seluruh manusia".

Setelah itu beliau membuka majlis ta'lim dirumahnya, beliau menjadi pengayom bagi mereka yang berziarah juga sebagai sentral (tempat rujukan) bagi semua golongan diseluruh penjuru, siapa pun yang mempunyai maksud kepada beliau dengan dasar husnudz dzan niscaya ia akan meraih keinginannya dalam waktu yang relatif singkat. Di rumah beliau sendiri, al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf telah menghatamkan kitab Ihya' Ulumuddin lebih dari 40 kali. Pada setiap kali hatam beliau selalu menghidangkan jamuan yang istimewa. al Habib Abu Bakar Assegaf betul-betul memiliki ghirah (antusias) yang besar dalam menapaki aktivitas dan akhlaq para aslaf (pendahulunya), terbukti dengan dibacanya dalam majlis beliau sejarah dan kitab-kitab buah karya para aslafnya.

Adapun maqom (kedudukan) al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, beliau telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Hal itu telah diakui dan mendapat legitimasi dari mereka yang hidup sezaman dengan beliau. Berikut ini beberapa komentar dari mereka.

al Imam al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar berkata,

"Demi fajar dan malam yang sepuluh dan yang genap dan yang ganjil. Sungguh al Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yang terus menggelinding (maqomnya) bahkan membumbung tinggi menyusul maqom-maqom para aslafnya".

Al Habib Alwi bin Muhammad al-Haddad berkata,

"Sesungguhnya al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthb al Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan (rahmat) Allah SWT".

Al Arif billah al Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi pernah berkata di rumah al Habib Abu Bakar Assegaf dikala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dengan al Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yang diwarnai dengan derai air mata. Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu,

"Lihatlah kepada saudaraku fillah Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Lihatlah ia..! Maka melihat kepadanya termasuk ibadah"

Al Habib Husein bin Muhammad al-Haddad berkata,

"Sesungguhnya al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, belia telah berada pada Maqom as Syuhud yang mampu menyaksikan (mengetahui) hakekat dari segala sesuatu. Beliau berhak untuk dikatakan "Dia hanyalah seorang hamba yang kami berikan kepadanya (sebagai nikmat"

http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif

DZIR DENGAN SUARA
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

Segala puji bagiAllah Swt, Shalawat dan Salam semoga tercurah atas se-baik-baik makhlukNya, Sayidina Muhammad, dan keluarganya, serta sahabatnya, juga para pengikutnya hingga hari kemudian. Ketahuilah sesungguhnya mengeraskan suara dalam dzikir itu ada memiliki dasar dan dalil yang cukup banyak, sehingga dapat mengandung hukun dianjurkan atau disunnahkan. Para Ulama telah menyusun kitab-kitab yang menjelaskan tentang hal tersbut, seperti Syeik al-Muhaddis Abdul Hay al-Laknowy, dimana beliau menukil hingga lima puluh riwayat hadis sekitar itu.

Seperti pula Syeikh al-Allamah al-Imam Jalaluddin as-Suyuti, Beliau dalam kitabnya yang berjudul ( NATIJAT AL-FIKR FI AL-JAHR BIZZIKR ) –Hasil penelitian sekitar suara keras dalam dzikir. Beliau mencatat 25 hadis .

Baiklah kita diskusikan disini beberapa hadis sahih, yang menjelaskan masalah ini secara tuntas, sehingga dapat meyakinkan para pencari kebenaran dan pencinta Sunnah dan sekaligus mengoreksi pendapat-pendapat yang tidak didasari pada ilmu yang seharusnya.

صحيح البخارى - (ج 24 / ص 246)

- حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِى حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً » . طرفه 7505 ، 7537 - تحفة 12373 - 148/9

Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda ; Allah berfirman :” Aku akan seperti yang diyakini oleh hambaKu. Dan Aku akan selalu bersamanya bila ia menyebutKu, bila ia menyebutKu dalam dirinya, Aku sebut dia dalam diriKu, bila ia menyebutKu dihadapan halayak ramai, maka Aku akan menybut dia dihapan halayak yang lebih baik,…. ( H.R Bukhari, Muslim. )

Perhatikan bagaiman Allah Sawt, membalas dzikir dihadapan halayak ramai yang lebih baik, dan menjelaskan keutamaannya, dapat dipahami disini, bahwa dzikir ini dilakukan dengan suara yang didengar oleh halayak ramai, karma bagaimana mungkin dzikir yang dilakukan dengan suara rendah atau tidak disuarakan dapat disebut dzikir ditengah halayak ramai, dan lalu apa pentingnya disebut halayak ramai disini bila dzikir itu dilakukan dengan suara rendah atau tidak disuarakan sama sekali. Maha suci Allah yang tidak akan pernah berfirman sia-sia.

صحيح البخارى - (ج 3 / ص 421)

- حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِى عَمْرٌو أَنَّ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - أَخْبَرَهُ أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - . وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ . طرفه 842 - تحفة 6513

Dari Ibnu Abbas, r.a ia berkata:” Ketahuilah sesungguhnya mengeraskan suara dalam dzikir setelah selesai Shalat wajib, biasa dilakukan pada masa Rasulullah Saw. Dan aku tahu bila mereka telah selesai Shalat wajib ketika aku mendengar dzikir mereka. ( H.R Bukhari, Muslim. )

Demikianlah yang dikerjakan para Sahabat, r.a, dan Nabi Muhamad Saw ada di-tengah-tengah mereka, melihat dan mendengar. Apakah ada lagi selain mereka yang perlu diikuti ? apakah mengikuti para shahabat itu dikatagorikan bid’ah yang munkar, apakah mungkin Rasulullah Saw menyetujui kemunkaran atau sesatu yang bertentangan dengan al-Qur’an sedetik saja, atau sehari saja ?

Dapat difahami dari hadis sahih ini, bahwa Rasullah Saw dan para shabatnya, selalu membaca dzikir bersama dengan bersuara, sehingga didengar oleh orang yang berada diluar masjid, ketika setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu.

Bila sekarang ada ummat Nabi Muhammad Saw, setelah shalat fardhu berjama’ah, lalu berdzikir bersama, dengan bersuara, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para Shabatnya ketika itu, maka tidak lebih kecuali mereka ingin menghidupkan dan meneladani sunnah Nabi Muhammad Saw. Justru kemudian bila ada yang beranggapan bahwa dzikir bersama dengan bersuara setelah Shalat Fardhu adalah sesuatu yang dilarang oleh agama, kita jadi bertanya agama yang mana yang melarang ? wong Rasulullah Saw Kanjeng Nabi yang wajib kita teladani melakukan dzikir bersama shahabatnya yang mulia, setiap kali selesai shalat berjama’ah.

Jadi bila tidak mau mengikuti dzikir seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para Shabatnya, ya… terserah, itu adalah pilihannya, tapi alangkah berbahayanya bila yang dilakukan oleh Nabi Saw dan para Shabatnya itu, diharamkan, dilarang, disebut bid’ah dan dicap sesat. Naudzubillah min dzalik.

Semoga Allah selalu menuntun kita kejalan yang diajarkan RasulNYA, amin.

صحيح مسلم - (ج 4 / ص 146)

- حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ أَخْبَرَنِى الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِى عُثْمَانَ عَنْ أَبِى الزُّبَيْرِ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا ». قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « عَجِبْتُ لَهَا فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ ». قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ ذَلِكَ.

Dari Ibnu Umar, r.a berkata,: Ketika kami Shalat bersama Nabi Saw, tiba-tiba seorang membaca : Allahu Akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila, seketika Rasulullah bertanya, siapa yang membaca bacaan tadi ? maka berkatalah orang itu : Aku wahai Rasulullah. Lantas Rasulullah bertakata : Aku kagum pada baca’an itu, telah dibukakan baginya pintu-pintu langit . lalu Ibnu Umar berkata : sejak saat itu aku tidak pernah meninggalkan membaca apa yang kudengar itu.

صحيح مسلم - (ج 4 / ص 145)

- وَحَدَّثَنِى زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ وَثَابِتٌ وَحُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلاً جَاءَ فَدَخَلَ الصَّفَّ وَقَدْ حَفَزَهُ النَّفَسُ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ. فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلاَتَهُ قَالَ « أَيُّكُمُ الْمُتَكَلِّمُ بِالْكَلِمَاتِ ». فَأَرَمَّ الْقَوْمُ فَقَالَ « أَيُّكُمُ الْمُتَكَلِّمُ بِهَا فَإِنَّهُ لَمْ يَقُلْ بَأْسًا ». فَقَالَ رَجُلٌ جِئْتُ وَقَدْ حَفَزَنِى النَّفَسُ فَقُلْتُهَا. فَقَالَ « لَقَدْ رَأَيْتُ اثْنَىْ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا ».

Dari Anas, r.a.; Seseorang datang dam masuk tergesa-gesa kedalam Shaf shalat, lalu ia membaca : Alhamdulillah katsiran thayiban mubarakan fihi”. Setelah selesaai Shalat Rasulullah bertanya : siapa yang membaca bacaan tadi ? semua Jama’ah terdiam, tidak ada yang berani menjawab, lalu Rasulullah berkata: seseungguhnya orang itu tidak membaca yang keliru, seketika berulah ia berkata : Aku datang tergesa-gesa, untuk shalat, kemudian aku membacanya, Rasulullah lalu bersabda; Aku melihat dua belas Malaikat berebutan untuk mengangkat bacaan itu.

صحيح البخارى - (ج 3 / ص 350)

- حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ عَنْ عَلِىِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلاَّدٍ الزُّرَقِىِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِىِّ قَالَ كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّى وَرَاءَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ قَالَ « سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ » . قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ « مَنِ الْمُتَكَلِّمُ » . قَالَ أَنَا . قَالَ « رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ » . تحفة 3605

Telah berkata Rifa’ah bin Rafi’ : Suatu hari kami sedang Shalat dibelakang Nabi Saw, ketika beliau I’tidal mengangkat kepala dari ruku’ beliau mengucap : Sami’allahu liman hamidah, seseorang dibelakang Nabi Saw lalu membaca : Rabbana walakalhamdu , hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, setelah shalat Rasul Saw bertanya: Siapa yang membaca tadi ?, seseorang menjawab aku yang membaca, bersabda Rasul Saw: Aku melihat tiga puluh lebih malaikat berebutan untuk menjadi yang pertama menulis baca.an itu.

Al-Hafidz Ibnu hajar menulis dalam kitab Syarah al-Bukhari , hadis ini adalah dalil dibolehkannya berdzkir dengan dzikir yang bukan ma’tsurat dan dibolehkannya mengeraskan suara dalam dzikir”.

Sebetulnya lebih dari itu bahwa hadis ini juga merupakan dorongan dan anjuran dari Nabi Saw, bukankah anda saksikan beliau tidak menghardik seorangpun dan tidak melarang yang membuat baca’an baru dan mengeraskan bacaannya, bahkan justru sebaliknya.

Karnanya sangat perlu mempelajari dan memahami sunnah Rasul Saw bagi mereka yang mengingkarinya.

Habib Ahmad bin Novel bin Salim Jindan
Siapa Sebenarnya Yang Mengajarkan Kekerasan dan Radikalisme?


Alhamdulillah seluruh agama yang mau melihat dan mempelajari Islam dari sumbernya maka sungguh pasti akan mendapatkan bahwa Islam adalah agama yang menyebar kasih sayang dan agama yang mengajarkan keteraturan serta kedisiplinan. Apa yang dimaksud dengan sumbernya? sumber agama Islam adalah AlQur'an dan Sunnah Yang Mulia Nabi Besar Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam. Bahkan para pemeluk islampun apabila kita perhatikan, maka kita akan dapati mereka adalah cermin AlQur'an dan Sunnah, mereka adalah manusia-manusia yang mengenal kasih dan sayang, manusia-manusia yang mengenal keteraturan dan kedisiplinan, mereka adalah orang yang terbaik dari segala suku bangsa dan agama.
Kami kaum muslim tidak meminum minuman keras yang dampak akibatnya sangat berbahaya bagi suatu masyarakat. Mengapa? karena agama kami melarang kami untuk mengkomsumsinya. Kami kaum muslim tidak berzina. Mengapa? karena agama kami yang dibawa oleh Yang Mulia Baginda Besar Nabi Muhammad melarang kami, bahkan melarang kami untuk mendekati segala yang menjurus kepada perzinaan. Kami adalah orang santun, orang yang sopan, orang yang sangat toleran, dan tidak pernah mengenal kekerasan, serta tidak pernah memaksakan agama kepada yang lain. Ketika kami menjadi mayoritas suatu masyarakat, kenyataan menyatakan bahwa minoritas terayomi dan terlindungi. Anda dapat membuktikan di seluruh negara yang mayoritasnya umat Islam. Tapi sungguh tidak sebaliknya, belum tentu ketika kami menjadi minoritas suatu masyarakat kami akan terayomi oleh mayoritas. Lihat Spanyol, Italia, Roma, Vatican, Thailand, Cina, Amerika, Singapura dsb. Betapa banyak tekanan-tekanan yang dilancarkan oleh pemerintah negara-negara tersebut terhadap umat Islam yang minoritas di negara mereka. Anda dapat buktikan hal ini jika anda melihat keadaan dan sejarah pada masa lalu hingga kini. Bahkan selama berabad-abad islam berjaya di bumi indonesia, agama kristen dll tetap berkembang. Mengapa? karena kami tidak pernah memaksakan kehendak dan agama. Bahkan di berbagai penjuru negeri yang dahulu dipimpin oleh pemerintahan Islam, sejak saat itu sampai sekarang masih banyak di dalamnya orang-orang non muslim. Mengapa? sebab kami tidak pernah memaksakan kehendak dan kami tidak bersifat radikal.
Mungkin anda akan membantah perkataan ini karena anda melihat bahwa teror bom dan kekerasan yang terjadi belakang ini di Indonesia tidak lain karena orang-orang islam. Kami katakan bahwa sebaiknya anda tidak menghukum dan menghujat Islam dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan kita semua menyaksikan bahwa sebagian besar mereka yang dituduh sebagai pelaku, sampai saat ini tidak ada bukti yang akurat. Dan beberapa yang memang terbukti bersalah, tidak lain hanyalah sekelompok oknum yang tidak memahami Islam yang dari sumbernya. Walaupun demikian, lantas apakah betul menilai kebobrokan suatu masyarakat karena keberadaan 0,1% orang yang bobrok? Saya yakin setiap orang yang terpelajar akan berpendapat sama dengan saya. Sebab kalau memang penilaian yang demikian dapat dijadikan titik ukur, maka saya katakan bahwa betapa banyak teroris kelas kakap internasional di Italia, Meksiko, Amerika, bahkan di Roma dan Inggris adalah orang yang beragama Kristen? Tanyakan kepada seluruh dunia dan tanyakan kepada orang-orang Yahudi, Siapa Hitler? Apakah ia seorang Muslim? Hindu? Budha? Ataukah ia seorang Kristiani? betul, ia adalah seorng Kristiani yang pidatonya dapat meluluhkan gunung yang keras. Dan semua mengetahui bahwa Hitler di dalam pidatonya sering kali menyebut tentang Yesus, pengabdiannya untuk Yesus, dsb. Dia adalah seorang Kristiani yang berpegang teguh kepada keyakinannya. Tetapi lihat, berapa puluh juta yang telah dibunuh oleh Hitler? Apakah oleh karenanya kita akan menilai seluruh orang Kristen adalah teroris? Tentu tidak. Dan saya yakin anda akan setuju dengan hal itu. Akan tetapi nilailah mereka dari sumber agama mereka. Apakah agama mereka mengajar kekerasan? apakah agama mereka mengajar sikap radikal? apakah agama mereka mengajar sikap terorisme? dan saya menyerukan kepada seluruh kaum kristiani apabila anda mengatakan bahwa Islam agama yang mengajarkan kekerasan, radikal, memaksakan, maka buktikan dari sumbernya, yaitu dari AlQur'an dan Sunnah. 1400 tahun seruan yang sama telah diserukan oleh kaum Muslim kepada umat Kristiani. Dan sampai saat ini kami masih tetap menunggu jawaban.
Tantangan yang sama apabila kaum Kristiani menujukannya kepada kaum Muslim, yaitu membuktikan apakah agama Kristen adalah agama yang mengajarkan kekerasan? maka kami akan menjawab dari sumber Kristen sendiri. Dan kami katakan bahwa agama Kristen memang mengajarkan kekerasan di dalam agamanya bahkan mengajarkan pemaksaan di dalam memeluk agamanya. Dari mana kami dapat menyatakan hal ini? Tentu saja dari Bible umat Kristiani. Dari awal kitab Perjanjian Lama yaitu kitab Kejadian sampai akhir dari Perjanjian Lama, anda akan mendapati dua hal yang banyak dibahas oleh Perjanjian Lama dan bahkan merupakan kebanggaan yang terbesar.

1. Peperangan
2. Seks bebas yang fulgar


Tentang peperangan, anda akan dapati para pahlawan-pahlawan Tuhan, yang diabadikan oleh Tuhan nama mereka dalam Kitab SuciNya, adalah orang-orang yang sangat luar biasa dalam peperangan, mengatur strategi, memimpin dsb. Sehingga mereka dipuji, dimuliakan, dan diabadikan oleh Tuhan nama mereka.
Sebelum saya meneruskan, saya bertanya kepada setiap manusia yang berakal, khususnya "Anak-anak Tuhan" yaitu orang kristiani. Mengapa nama mereka diabadikan oleh Tuhan? Sejarah mereka diabadikan oleh TUHAN? Apakah hanya untuk sekedar dongeng? Omong kosong? Komik? Atau dibalik itu terdapat suatu pelajaran dari Tuhan yang sangat-sangat berharga? Di balik setiap huruf dan kata terdapat pelajaran dari Tuhan yang sangat-sangat berharga? Saya mengatakan bahwa di balik apa yang dinyatakan Tuhan dalam Kitab SuciNya dari sejarah mereka para orang-orang pilihan, terdapat suatu pelajaran dari Tuhan yang amat sangat berharga. Bahkan di balik setiap huruf dan kata terdapat pelajaran dari Tuhan yang sangat berharga. Dan saya yakin setiap orang berakal akan sependapat dengan saya dalam hal ini, walau saya tidak tahu dogma apa yang telah ditanam di hati umat Kristiani akan hal ini. Kemudian apakah pelajaran tersebut hanya sebatas untuk diketahui dan selesai, tidak lebih dari itu? Atau pelajaran yang dapat dijadikan pedoman hidup? Pelajaran yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari? Tentu saja adalah pelajaran yang untuk dijadikan pedoman hidup dan untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekarang kita akan kembali membahas tentang para pahlawan perang yang dimuliakan Tuhan. Dalam Perjanjian Lama Tuhan menceritakan tentang peperangan yang dipimpin oleh para pahlawanNya. Tetapi anda dan setiap orang yang berakal dan mau berfikir, akan mendapati kekejaman-kekejaman yang sangat-sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh para pahlawan Tuhan. Kekejaman yang tidak pernah dilakukan oleh pemimpin kejam manapun, bahkan Hitler teroris besar Kristen pun tidak sampai melakukan apa yang dilakukan oleh para pahlawan Tuhan. Saya akan mengutip 3 kejadian kejam yang dilakukan oleh Tuhan dan oleh para pahlawan pilihan tuhan yang diabadikan Tuhan dalam Kitab Sucinya. Dan saya mampu memberikan 20 cuplikan yang sangat kejam yang dilakukan oleh Tuhan dan para pahlawan Tuhan yang di puji oleh tuhan, Insya Allah dalam tulisan yang lebih luas dari ini.
1. Kitab 1 Samuel pasal 15 ayat 1 s/d ayat 3
Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh Tuhan untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman Tuhan. Beginilah firman Tuhan alam semesta: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan jangan ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai. (1Samuel 15:1-3)
Lihatlah kekejaman yang diajarkan Tuhan Umat Kristiani, Tuhan Trinitas yang Yesus termasuk salah satu dari ketiga oknumnya. Sangat tidak mengenal kasih. Mungkin laki-laki dan perempuan bersalah, tapi apa kesalahan dari kanak-kanak dan anak-anak yang menyusui? Bahkan binatangpun tidak mendapatkan bagian dari kasih sayang Tuhan umat Kristiani. Bahkan yang aneh Saul lebih mengenal kasih daripada Tuhan umat Kristiani. Dalam pasal yang sama dari 1Samuel dijelaskan pada ayat 9 bahwa Saul tidak membunuh hewan dan lembu. Rupanya Saul masih lebih mengenal kasih dan HAB (Hak Asasi Binatang) dari pada Tuhan Trinitas. Oleh karena Tuhan menyesal menjadikan Saul sebagai raja karena tidak mejalankan perintah Tuhan sabagaimana dalam ayat 10 dinyatakan penyesalan Tuhan.
2. Kitab Hosea pasal 14 ayat 1
"Samaria harus dihukum karena memberontak melawan Aku. Rakyatnya akan tewas dalam pertempuran; anak-anak bayinya akan digilas, dan wanita-wanita hamil dibelah perutnya." Diseluruh Alkitab kita mendapati Tuhan menghancurkan mereka yang tidak percaya kepadaNya dan tidak mengikuti perintahNya. Di sini kita mendapatkan gambaran yang sangat fantastis tentang bayi-bayi yang digilas dan perempuan hamil yang dibelah perutnya. Mungkin seorang ayah dan ibu yang membangkang pantas mendapat hukuman. Tapi alangkah kejamnya Tuhan Trinitas umat Kristiani yang sampai harus menggilas bayi-bayi yang tidak berdosa. Bukankah Yesus membawa kasih? Dan bukankah menurut pendapat umat kristiani bahwa Yesus adalah salah satu dari oknum Trinitas? sungguh Hitler atau Jenkiskhan lebih mengenal kasih dari Tuhan Trinitas dan dari agama umat Kristiani. Bahkan sebejat apapun seorang wanita apakah harus kita belah perut mereka ketika hamil? Katakan mereka wanita-wanita sundal, akan tetapi bukankah menurut Kitab Suci anda Yesus seorang keturunan sundal. Bukan saya yang menyatakan, akan tetapi alkitab sendiri menyatakannya. Di dalam Kitab Matius pasal 1 ayat 3 tentang silsilah Yesus dinyatakan bahwa Yesus adalah keturunan Peres. Ayat tersebut berbunyi: "Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram". Kemudian dalam Kitab Kejadian pasal 38 ayat 1 s/d 30, anda dapat membaca dan membuktikan bahwa Zerah dan Peres dilahirkan oleh ibu mereka yang bernama Tamar karena hasil dari persundalan (pelacuran) antara Tamar dengan mertuanya sendiri yaitu Yehuda. Anda dan seluruh umat Kristiani dan seluruh dunia berhak untuk membuktikan. Dan kalau memang anda dan agama yang anda anut adalah agama yang benar, mengapa anda tidak memberitakan kabar gembira dan kebenaran itu kepada dunia? Khususnya kepada para pelacur? Dan mengapa perut Tamar yang sedang hamil karena pembangkangan dan pelacuran tidak dibelah? dan mengapa Peres yang menjadi anak haram dan moyang dari pada Yesus keturunan sundal tidak digilas? bahkan dimuliakan untuk menjadi moyang dari pada Tuhan Yesus salah satu dari tiga oknum Trinitas. Sungguh ini adalah lelucon yang sangat menjijikkan ketika kita dapati Tuhan Trinitas yang mencipta alam semesta adalah keturunan pelacur. Dan alangkah kejam dan hinanya agama kristen yang mengajarkan kekejaman.
3. Kitab Lukas pasal 19 ayat 11 s/d ayat 27
Anda dapat membaca ayat-ayat tersebut yang merupakan perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus. Dalam ayat 27, Yesus mengungkapkan suatu ungkapan yang sangat berbeda dengan apa yang disampaikan oleh umat Kristiani tentang pribadi Yesus yang diutus untuk menebar kasih. Ayat tersebut berbunyi: "Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku". Ungkapan demikian secara jelas mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Bukankah Yesus mengajarkan kasih dan cinta? Tetapi mengapa ungkapannya berbeda dengan apa yang selama ini disampaikan oleh orang Kristen? Mungkin anda akan mengatakan bahwa Yesus tidak mengatakan demikian. Yang disampaikan oleh Yesus adalah suatu perumpamaan. Saya katakan apa yang diungkapkan oleh Yesus adalah apa yang terpendam dalam benaknya. Pepatah Arab mengatakan "Ma fika yadzhar 'ala fika" artinya "Apa yang terpendam dibenakmu terlihat dalam ucapanmu". Sebagai contoh lukisan yang indah apabila dilihat oleh seorang seniman maka sudah barang tentu sang seniman akan berbicara tentang lukisan dan keindahannya. Berbeda dengan seorang tukang kayu, seorang tukang kayu tidak akan pernah berbicara tentang lukisannya, tetapi ia pasti akan melihat dan berbicara tentang bingkai kayunya. Demikian pula seorang penata ruangan ketika melihat lukisan itu, ia tidak akan berbicara tentang lukisan atau bingkai kayunya, tetapi ia akan berbicara tentang posisinya dan penempatannya. Dan apa yang diungkapkan Yesus tidak lain adalah apa yang terpendam dibenaknya. Dan Yesus adalah raja yang tidak pernah diterima oleh bangsanya sebagaimana yang diungkapkan dalam Injil Yohanes pasal 1, dan sebagaimana yang Kahlil Gibran katakan dalam judul bukunya "Raja yang terpenjara". Anda pasti tidak akan pernah setuju dengan hal ini. Tetapi apakah pantas bagi seorang Yesus penebar kasih, yang selalu berusaha mengasihi segalanya bahkan berusaha agar debu yang di hadapannya mendapatkan bagian dari kasihnya, memberikan perumpamaan yang menggambarkan suatu kekerasan dan kekejaman? Bahkan ia pun pernah menyatakan secara jelas dan pasti bahwa ia datang dengan membawa perpecahan, perselisihan, kekerasan, pedang, sikap radikal dan terorisme. Di dalam Kitab Matius pasal 10 ayat 34,35,36 Yesus berkata:
"Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya. Dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya". Lihatlah apabila ajaran Yesus dengan orang-orang yang satu atap adalah demikian, yaitu perselisihan, permusuhan, pertentangan bahkan pedang. Maka bagaimana dengan orang-orang yang beda atap? Tetangga? Berbeda kampung? Berbeda negara serta berbeda bangsa?
Apakah ini ajaran kasih atau ajaran terorisme dan kekerasan? Apakah ini agama cinta atau agama pedang dan kejahatan? Inikah agama yang mengaku mengenal toleran atau agama yang memaksakan? Mungkin apabila umat Kristiani sekarang ini memiliki kemampuan dan kebebasan untuk berbuat kejam, Maka kami yakin mereka akan membunuh semua orang yang tidak mengakui Yesus sebagai raja dan tuhan sebagaimana yang diungkapkan yesus dalam perumpamaannya. Dan Sungguh sejarah telah mencatat ribuan manusia yang mati disiksa, dianiaya, wanita-wanita yang diperkosa bahkan anak-anak yang ditindas, bahkan ribuan manusia yang dibakar hidup-hidup oleh pendeta dan penguasa Kristen, padahal mereka tidak memiliki dosa melainkan hanya dosa menggunakan akal sehat mereka ketika tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan. Silahkan anda dan seluruh umat Kristiani dan seluruh manusia di dunia ini melihat sejarah. Dan saya yakin setiap yang berakal akan setuju dengan saya. Para ilmuanpun setuju dengan pendapat ini. Dan sampai saat ini mereka masih dendam dengan apa yang dilakukan oleh umat Kristiani terhadap tokoh-tokoh ilmuan besar. Tanyakan kepada dunia kemana Galileo? Apakah ia mati karena acungan pedang orang Islam atau karena orang-orang Kristen yang tidak pernah mau menggunakan akal yang dianugrahkan Tuhan?
Saya menyerukan kepada seluruh dunia agar mau berfikir, bukan hanya menelan mentah-mentah dogma-dogma yang hanya bisa dicerna oleh orang gila. Kita manusia yang berakal bukan binatang atau orang gila. Yang membedakan kita dengan binatang dan orang gila adalah akal yang kita gunakan untuk berfikir. Sekali lagi saya menyerukan kepada seluruh dunia untuk mengkaji agama Kristen dengan akal sehat, dan hendaknya selalu berani menyatakan kebenaran. Ini yang dapat saya sampaikan dan insya Allah pembahasan tentang Trinitas dan Penyaliban yang anda permasalahkan akan saya bicarakan dalam tulisan saya yang lain. Dan semoga kebenaran tetap tinggi.. Semoga kedamaian selalu menyertai mereka yang mengikuti petunjuk Allah alam semesta.. Dan semoga Allah membalas kebaikan, jasa, didikan, ajaran, serta kasih dan pengorbanan Baginda Besar Yang Mulia, Manusia Pilihan, yang mengajarkan kedamaian dan kecintaan, mengajarkan cara menghormati para utusan Allah, manusia yang mengajarkan akhlak dan budi pekerti, Raja Damai dan Penghibur serta Nabi Yang dijanjikan, kunci dari kerajaan Allah yang dinanti-nanti, Baginda Besar Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam.. Dan semoga Allah selalu membimbing kita kepada seluruh kebenaran, Amin Ya Rabbal Alamin.

KELEMBUTAN ALLAH DALAM MUSIBAH

Gempa Bumi, Gunung Meletus, Banjir, Wabah Penyakit, Hama, Angin Taufan, Matahari, Bulan, kesemuanya merupakan tentara Rabbul ?Alamiin yang bergerak dan bertugas dengan Kehendak Nya dan Perintah Nya. Maka Dia Yang Maha Agung dalam Kekuasaan Nya yang Tunggal dan Abadi telah berfirman kepada Pemimpin para Duta Nya, Sayyidina Muhammad saw : ?Sungguh Kuutus Engkau Sebagai Pembawa Rahmat Bagi Seluruh Alam?. (QS Al Anbiya ? 107).

Maka sebagaimana disebutkan pada Tafsir Imam Attabari Juz 17 hal. 106, bahwa Rasul saw adalah Rahmat Allah (Kasih Sayang Allah) untuk seluruh manusia, muslim dan kafir, Rahmat Nya pada orang kafir adalah dengan tertundanya siksa mereka di muka bumi, tidak seperti ummat-ummat terdahulu yang mana saat mereka kafir pada Nabi Nya maka Allah segera menumpahkan musibah pada mereka, namun untuk ummat ini walaupun mereka Kufur dan kufur, Allah tetap tidak segera menjatuhkan siksa.

Maka fahamlah kita bahwa Bumi ini sejak Kebangkitan Rasul saw hingga akhir zaman, dalam naungan Rahmat Nya swt, yaitu Muhammad saw. Alangkah luhurnya nabi yang satu ini, hingga muslim dan kafir di masa beliau hingga akhir zaman tetap terjaga dari siksa kekufuran (Tafsir Imam Qurtubi Juz 4 hal 63). Bila kita menjenguk sedikit pada ayat yang lain Allah swt berfirman : ?Hampir Saja Seluruh Langit Itu Pecah, Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Itu Hancur, Ketika Mereka Mengatakan Allah Mempunyai Putra?. (QS Maryam 90-91), Allah menahan alam ini hancur padahal seluruh alam ini murka terhadap manusia yang menghina Rabbul ?Alamin, sebagaimana kita murka bila orang yang kita cintai dihina, atau ayah atau guru yang kita muliakan dihina, demikian pula alam, namun Allah menahannya karena masa ini adalah Masa Muhammad saw, Nah.. Rahmatan Lil?alamin ini adalah Penangkal Musibah bagi alam, dan ternyata bukan hanya itu, namun para ummat beliau saw pun mewarisi Rahmat itu, yaitu mereka yang beriman kepada beliau saw, Allah jadikan mereka itu penangkal musibah bagi kaumnya, sebagaimana firman Allah swt : ?Dan Ketika Mereka (orang-orang kafir) Berkata: Wahai Allah, Bila Ini (Muhammad saw) Merupakan Kebenaran Dari Sisi Mu, Maka Turunkan Pada Kami Hujan Batu Atau Datangkan Pada Kami Siksaan Yang Pedih, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Engkau (Wahai Muhammad saw) Berada Diantara Mereka, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Ada Diantara Mereka (ada diantara muslimin diantara mereka) Yang Beristigfar? (QS Al Anfal 33).

Nah..jelaslah bahwa orang-orang yang beristighfar menahan siksa/ azab pula bagi kaumnya yang kufur, bahkan ayat lainnya : ?Kalau Bukan Karena Lelaki-Lelaki Mukmin dan Wanita-Wanita Mukminat, Yang Kalian Tidak Mengetahui dan Hampir Kalian Membunuhnya, Maka Kalian Akan Mendapat Kesulitan Bila Mencelakai Mereka, dan Agar Allah Mengumpulkan Siapa Yang Dikehendaki Nya Dalam Kasih Sayang Nya, Dan Bila Mereka Itu Pergi, Maka Niscaya Kami Tumpahkan Siksaan Pada Orang Yang Kafir Diantara Mereka Dengan Siksaan Yang Pedih? (QS Al Fath 25) dan kini Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin membuat kesejahteraan pada kaumnya, walaupun mereka kufur dan jahat, namun keberadaan orang-orang mukmin diantara mereka membuat Allah menahan siksa Nya.

Bahkan Rasul saw bersabda : ?Tidaklah akan datang hari kiamat selama masih ada yang mengucapkan Allah.., Allah..?. (Shahih Muslim hadits no.148) dan sabda Rasul saw : ?Tidak terjadi Kiamat diatas seseorang yang berkata Allah, Allah?. (Shahih Muslim no.149). Tentunya seorang muslim dari Ummat Muhammad saw, maka fahamlah kita bahwa Dzikir orang-orang muslim menahan datangnya Kiamat, dan kiamat adalah Musibah terbesar sepanjang usia Alam diciptakan, dan apalah artinya musibah banjir, gunung meletus dan lainnya yang tak sedebu dari kejadian Kiamat..?, Ketahuilah makin banyaknya musibah dimuka bumi ini adalah disebabkan semakin berkurangnya orang-orang yang berdzikir, semakin kurangnya orang yang beristighfar, semakin kurangnya orang yang berdoa, bermunajat, dan bertahajjud di malam hari. Lalu kelaparan, gunung meletus, gempa, banjir, dan segala bencana alam ini semakin santer dimuka bumi, maka jawabannya segera kita temukan, karena semakin berkurangnya orang-orang yang berdzikir dan beristighfar kepada Allah swt.

Maka muncullah segala musibah ini, mengapa?, dari Rahmat Nya swt tentunya, sebagaimana hadits-hadits dibawah ini, Sabda Rasululllah saw : ?Tiadalah musibah menimpa seorang muslim, terkecuali penghapusan dosa baginya, walaupun hanya duri yang menusuknya?. (Shahih Muslim hadits no.2752, Shahih Bukhari hadits no.5317), Sabda Rasulullah saw : ?Tiadalah seoang mukmin mendapat musibah berupa kesulitan, permasalahan, kesedihan, penyakit, bahkan kegundahan hati yang menyelimuti hatinya, kecuali merupakan penghapusan dosa baginya? (Shahih Musli hadits no. 2573, Shahih Bukhari hadits no.5318). Ketika turunnya ayat : ?Semua Yang Berbuat Dosa Pasti Akan Dibalas?, maka para sahabat tampak kebingungan dan sangat ketakutan, maka Rasul saw memanggil mereka dan berkata : ?Kemarilah kalian.., mendekatlah dan duduk berkumpullah padaku.., ketahuilah bahwa semua yang menimpa muslimin adalah penghapusan dosa, bahkan kesusahan dan pula duri yang melukainya? (Shahih Muslim hadits no.2754).

Wahai saudaraku, semakin banyak dosa kita maka telapak tangan penghapus dosa segera menyeka dosa-dosa kita, bila tak kita bersihkan maka akan datang ?Tangan Penyeka? yang mengajak kita kembali kepada Nya dalam keadaan suci, ?Tangan Penyeka? itu menyeka dosa disertai antibiotik pembersih penyakit di tubuh, bila dosanya kecil maka hanya perlu sedikit diusap maka akan bersih, namun bila kotoran itu sudah berkerak dan menular sekampung pula, bahkan sewilayah, bahkan sedunia, maka alat penyeka itu akan bertebaran dibelahan barat dan timur..,

Wahai Saudaraku bangkitlah, Majelis Rasulullah saw ditegakkan dengan tujuan agung, yaitu memperbanyak orang-orang bertobat dan mengenal Allah, menghidupkan dzikir, mengguncang jakarta dengan dzikir Allah, Allah.., dan menumbuhkan semangat dihati muslimin agar mewarisi semangat Muhammad saw, yang dengan jiwa seperti inilah musibah akan sirna, Anda lihat di Aceh?, bagaimana Pekuburan para shalihin tidak disentuh musibah?, bagaimana Air setinggi 30 meter dengan kecepatan rata-rata 300km/jam dengan kekuatan ratusan juta ton itu terbelah di masjid-masjid dan pekuburan orang shalih?, ada di masjid itu?, ada apa di kubur itu?, Singkat saja, ini adalah isyarat Nya kepada seluruh penduduk Bumi bahwa tempat-tempat sujud kepada Ku, dan tempat berdzikir bekas peninggalan hamba-hamba Ku yang shalih tak akan disentuh musibah, demikian pula pusara-pusara mereka yang telah wafat dari Hamba Ku yang shalih pun tak akan disentuh musibah?!?

Dan begitulah.. air bah yang sedemikian dahsyatnya itu tunduk dan menyingkir dari tempat-tempat beribadah mereka, siapa?, para ahli dzikir tentunya, hamba-hamba yang sujud dengan khusyu pada Nya, merekalah penangkal musibah, maka kita mesti memperbanyak kelompok masyarakat yang seperti ini.. Kita sering terlalu jauh, tak mungkin kita bisa menjadi penangkal musibah, kita adalah pendosa.., opini semacam ini sering meracuni pemikiran kita.. Ok kita buktikan, bukankah tempat yang paling banyak maksiatnya di seluruh Indonesia adalah jakarta?, berarti jakarta lah yang paling berhak ditimpa ?Tangan Penyeka?, namun mengapa musibah selalu menimpa wilayah luar jakarta?, betul di jakarta ada kebanjiran, ada wabah, namun sangat tak seberapa dibanding musibah diluar jakarta, mengapa?, Ketahuilah bahwa jakarta inipun kota yang paling banyak majelis taklimnya di seluruh Indonesia, paling banyak majelis Dzikir, majelis maulid dll.

Maka semakin kita meramaikan masjid-masjid dan majelis-majelis, maka kasih sayang Nya terlimpah, sebagaimana Firman Nya dalam hadits Qudsiy : ?Sudah Kupastikan Kasih Sayangku Pada Mereka Yang Saling Mengasihani Karena Aku, Saling Berkumpul Karena Aku, Dan Saling Berkorban Karena Aku? (Imam Hakim dalam Mustadrak ala Shahihain hadits no.7314 yang menyebutkan bahwa hadits ini memenuhi syarat shahihain sebagai hadits shahih), demikian pula dengan makna yang sama pada Shahih Ibn Hibban hadits no.575. Maka sudah selayaknya kita segera bangkit meramaikan masjid-masjid kita, rumah-rumah kita, wilayah kita, dengan dzikrullah dan majelis-majelis dzikir dan Ibadah, inilah yang mesti kita makmurkan, jangan kita terfokus kepada kemajuan dan kemajuan, yang pada dasarnya kemajuan tanpa iman adalah kepastian datangnya musibah, Gempa Bumi, Gunung meletus, taufan dan masih banyak lagi tentara Rabbul ?Alamin yang akan diutus Nya sebagai alat penyeka..

Wahai Yang Maha Luhur dan selalu memuliakan hamba Nya yang berzikir kepada Nya, muliakanlah setiap pembaca risalah ini dengan pengampunan Mu, penyelesaian dari segala kesulitan dan musibah, pengabulan segala doa dan munajat, dan pula Curahkan kemuliaan Mu dengan kenikmatan dan kebahagiaan Dunia dan Akhirat bagi saudara saudara kami muslimin yang tertimpa musibah di Jogja dan seluruh belahan bumi muslimin, gantikan harta mereka dengan yang lebih indah di dunia dan akhirat, muliakan yang wafat dari mereka dengan mati syahid, dan kumpulkan arwah mereka bersama para syuhada di alam barzakh, amiin amiin..
Dan mudahkanlah perjuangan seluruh majelis taklim dan dzikir di muka bumi, selesaikan kesulitan dan hambatan kami, maafkan seluruh dosa pendukung kami, dan curahkan shalawat sebanyak banyaknya dan semulia-mulianya kepada Imam kami dan Idola kami Sayyidina Muhammad saw serta keluarga dan sahabatnya, muliakan pula semua orang orang yang memuliakannya, walhamdulillahi ala dzalik..

Sumber. majelisrasulullah.org

Muhammad Riyadi@riyaadhuljannah.design